Lima, Peru : Kamis, 7 September 2018 bertempat di aula serba guna KBRI Lima, telah diadakan acara pembukaan kursus Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) semester II. Pelaksanaan kursus ini bertujuan untuk memperkenalkan bahasa Indonesia serta mempromosikan ragam budaya Indonesia kepada warga negara Peru. Berbeda dengan kursus-kursus sebelumnya, kali ini KBRI juga membuka kursus Tari yang akan diadakan sekali dalam seminggu. Terdapat 8 siswa yang tertarik untuk ikut kursus tari.

Kegemaran warga Peru untuk mempelajari bahasa Indonesia meningkat pada semester ini. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diterima via surat elektronik (surel), telepon, maupun melalui akun media sosial KBRI. Bahkan, sampai dengan pembukaan kursus, masih terdapat sejumlah mahasiswa yang menghubungi KBRI dan menyatakan ketertarikannya untuk belajar bahasa Indonesia. Untuk semester II ini, terdapat 31 siswa BIPA tingkat dasar, dan 12 siswa tingkat lanjutan.

Dubes RI Lima dalam sambutannya saat membuka kegiatan, menyampaikan bahwa pelaksanaan kursus BIPA dan Tari bertujuan untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Peru. Mengingat untuk memahami suatu negara, orang perlu terlebih dahulu memahami bahasa dan kebudayaannya. Dubes berharap dengan adanya kursus ini, hubungan bilateral Indonesia dan Peru yang telah terbina sejak tahun 1975 dapat menjangkau masyarakat dan meningkatkan people to people contact kedua negara.

Latar belakang peserta kelas Bahasa Indonesia terdiri dari para profesional dan mahasiswa dari universitas tertua dan terkenal di Peru; Universitas Mayor San Marcos dan Universitas Catolica yang memiliki studi Asia, Universitas Inca Garcilaso de La Vega, Universitas Peruana de Ciencias Aplicadas, Universitas Caesar Vallejo,  USIL, serta seorang diplomat Australia yang akan ditempatkan di Indonesia. (KBRI Lima)​

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest