Lima, Peru : Sabtu, 14 September 2019 menjadi salah satu hari penting bagi Marianus Koletus Ane (Marcos), salah satu rohaniwan asal kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT yang berada di Peru. Pada hari tersebut, Frater Marcos yang ditugaskan sebagai Misioneros Claretianos ditahbiskan sebagai Diakon di Parroquia San Miguel Archangel, Lima. Meskipun pentahbisannya dilaksanakan jauh dari tanah air, dan dari sanak keluarga, Diakon Marcos tidak sendiri karena hadir pada pentahbisannya Dubes  RI Lima, Estella Anwar Bey beserta staf KBRI Lima dan beberapa rohaniwan Indonesia lainnya.

Kehadiran Dubes dan staf KBRI memberikan kesan tersendiri tidak hanya bagi Diakon Marcos, tapi juga bagi umat yang hadir. Dubes RI seusai menghadiri kebaktian pentahbisan mengucapkan  selamat  melayani kepada Diakon Marcos. Dalam sambutannya, Diakon Marcos mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran Dubes  maupun saudara-saudara setanah air, yang menurutnya merupakan bentuk dukungan atas pelayanannya. Umat yang hadir mengagumi  dan memberikan pujian akan indahnya toleransi serta rasa kekeluargaan yang mereka lihat saat pentahbisan.

Diakon Marcos telah bertugas selama empat tahun di Peru, dan saat ini sedang menempuh pendidikan strata I Teologi di Instituto superior de estudios teológicos (ISET), Juan XXIII, Lima, Perú. Setelah pentahbisannya, ybs masih harus menyelesaikan pendidikannya dan akan menerima penugasan yang baru dalam waktu 1 tahun kedepan. Pada kesempatan yang sama juga seorang misonaris asal Kongo, André Benamukuliyaku ditahbiskan sebagai imam. (KBRI Lima) ​​​​

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest