Dubes RI Lima, Marina Estella Anwar Bey, telah menyerahkan Surat Kepercayaan (Letter of Credence) kepada Presiden Bolivia Evo Morales Ayma bertempat di Palacio de Gobierno del Bolivia pada tanggal 26 Desember 2018 pukul 07.00 waktu setempat. Pada kesempatan tersebut, diserahkan pula Letter of Recall Dubes Moenir Ari Soenanda. Dubes RI didampingi oleh Fungsi Politik. Sebelum acara penyerahan Surat Kepercayaan, ketibaan Dubes RI Lima disambut dengan jajaran pasukan kehormatan.

Setelah menyerahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Morales, Dubes RI Lima diterima secara khusus untuk pertemuan bilateral singkat. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Morales didampingi oleh Menlu Bolivia Diego Pary Rodriguez.

Pokok-pokok yang disampaikan oleh Dubes RI Lima pada pertemuan singkat dengan Presiden Morales di antaranya adalah menyampaikan salam hangat Presiden RI kepada Presiden Morales dan seluruh rakyat Bolivia serta mengucapkan terima kasih atas ucapan belasungkawa dan rasa prihatin Pemerintah Bolivia dan pernyataan pribadi melalui twitter Presiden Morales atas bencana tsunami di perairan Selat Sunda.

Dubes RI Lima menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral RI-Bolivia dan Indonesia melihat peluang besar untuk meningkatkan kerjasama kedua negara. Dalam kaitan ini Dubes RI Lima mengusulkan pembentukan Forum Konsultasi Bilateral (FKB) RI-Bolivia antara kedua Kemlu untuk membahas berbagai isu kepentingan bersama guna meningkatkan hubungan bilateral kedua negara serta menyusun langkah-langkah terukur untuk mencapai target hubungan kedua negara;

Terkait kerja sama dalam forum internasional, Dubes RI Lima menyampaikan apresiasi dukungan Bolivia terhadap keanggotaan tidak tetap Indonesia pada Dewan Keamanan PBB dan mengharapkan dukungan Bolivia atas pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM periode 2020-2022 yang pemilihannya akan dilakukan pada Sidang Umum PBB ke-74 bulan November 2019 di New York;

Indonesia akan secara aktif mempromosikan people to people contact melalui berbagai inisiatif, seperti pendidikan dan budaya melalui skema beasiswa Dharmasiswa dan Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Selain itu, tidak tertutup bagi Bolivia untuk memiliki inisiatif lain selama usulan dimaksud menguntungkan kedua belah pihak;

Secara khusus, Dubes RI Lima menyinggung bahwa Indonesia secara unilateral telah memberikan fasilitas bebas visa kunjungan ke Indonesia selama 30 hari kepada warga negara Bolivia berdasarkan Perpres No.21 Tahun 2016. Dalam kaitan ini, diharapkan Bolivia dapat secara resiprokal menerapkan pengaturan yang sama terhadap warga negara Indonesia yang akan berkunjung ke Bolivia. Disampaikan bahwa pemberian bebas visa ini dapat meningkatkan kerja sama kedua negara terutama di bidang ekonomi.

Dalam tanggapannya, Presiden Bolivia menyampaikan ucapan terima kasih atas salam dari Presiden RI kepada dirinya dan masyarakat Bolivia serta mengucapkan selamat atas penugasannya sebagai Dubes RI dan menyambut baik hubungan kerja sama kedua negara serta meyakini bahwa masyarakat Indonesia dapat segera mengatasi situasi saat ini dan bangkit kembali pasca bencana tsunami di perairan Selat Sunda.

Presiden Morales juga mengharapkan agar kedua negara dapat mengorganisir dan mengidentifikasi langkah efektif untuk membahas peningkatan hubungan bilateral kedua negara. Terkait dukungan Bolivia atas pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM periode 2020-2022, Pemerintah Bolivia akan menyampaikan posisinya pada kesempatan pertama melalui Kementerian Luar Negeri Bolivia;

Secara khusus, Presiden Evo Morales menyetujui usulan Pemerintah Indonesia terkait pengaturan bebas visa kedua negara dan menyampaikan bahwa dirinya akan menginstruksikan kepada instansi terkait pembebasan visa Indonesia-Bolivia (KBRI Lima).​

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest