KBRI Lima baru-baru ini berpartisipasi pada Konferensi Administrasi dan Bisnis Internasional dengan tema “Asia dan Oseania: Peluang Perdagangan Ekspor Peru” atau Congreso Mundial de Administracion y Negocios Internacionales – COMANEI 2017, Asia y Oseania: Oportunidades comerciales para las exportaciones peruanas).

Konferensi diselenggarakan oleh Fakultas Bisnis (Facultad de Negocios) Universidad Privada del Norte (UPN) tanggal 10 November 2017. Forum COMANEI dihadiri oleh Wakil Rektor UPN, Dekan Fakultas Bisnis, pelaku bisnis, dan mahasiswa dari jurusan bisnis.

Universidad Privada del Norte (UPN) merupakan salah satu universitas besar di Peru dengan jumlah mahasiswa mencapai tidak kurang dari 70.000 orang. UPN memiliki 7 (tujuh) kampus yang tersebar di berbagai wilayah, baik di Lima maupun di provinsi (regional) dan berbagai fakultas dengan berbagai program studi.

Pada paparan presentasi Peluang Bisnis Indonesia–Peru, Bidang Ekonomi menyampaikan perkembangan ekonomi Indonesia dan prospek perdagangan bilateral Indonesia dan Peru. Berkaitan dengan ekonomi disampaikan bahwa Indonesia merupakan negara dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara (ASEAN) dengan pertumbuhan ekonomi yang selalau positif selama lebih dari lima tahun, yaitu 5,02 (2016); 4,8% (2015); 5,10 (2014); 5,78 (2013); dan 6,26 (2012).

Indonesia juga merupakan negara APEC bersama-sama dengan Peru. Disamping itu, Indonesia merupakan negara anggota G20, kelompok 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

Dalam hal industri, Indonesia memiliki berbagai sektor dan bidang industri, baik industri strategis maupun industri manufaktur. Dalam industri strategis, Indonesia memiliki industri penerbangan, perkapalan, pertahanan dan maritim. Di industri manufaktur, Indonesia memproduksi besi, baja, kertas dan produk kertas, food processing products, tekstil, garmen dan footwear. Selain itu,

Indonesia juga memiliki industri kelautan, perikanan, dan agroindustri. Untuk agroindustri, Indonesia menghasilkan palm oil, karet, kopi, teh, cacao dan lainnya.

Dalam perdagangan bilateral, untuk mendorong peningkatan hubungan perdagangan, Indonesia dan Peru sedang menyiapkan pembuatan perjanjian dagang (trade agreement) atau acuerdo comercial (baca: akuerdo komersial). Apabila kedua negara memiliki perjanjian dagang, maka perdagangan kedua negara akan makin meningkat.

Selama ini produk Indonesia seperti minyak kelapa sawit, kertas dan produk kertas, karet, furnitur, tekstil, garmen dan footwear, telah memasuki pasar Peru. Sementara itu, produk Peru yang memasuki pasar Indonesia dalam jumlah besar adalah fishmeal dan anggur segar (grape).

Pada sesi tanya jawab beberapa pertanyaan diajukan, antara lain tentang produk Peru yang potensial memasuki pasar Indonesia dan bagaimana cara perusahaan Peru dapat mengekspor produk ke Indonesia; Dalam hal produk Peru yang potensial memasuki Indonesia, sesuai dengan produk utama yang dihasilkan Peru seperti buah-buahan (fruits) anggur, fishmeal, pisang organik, blueberry dan lainnya.

Mengenai cara memasuki dan melakukan ekspor ke Indonesia, perusahaan memiliki produk yang baik, kualitas, design yang bagus dan harga yang kempetitif.

Presentasi tentang Peluang Bisnis Indonesia-Peru mendapatkan sambutan hangat dari para peserta yang memenuhi ruangan Konferensi dan berbagai pertanyaan yang diajukan. Para peserta sangat antusias mengenal Indonesia sebagai negara penting di Asia dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest