KBRI Lima pada tanggal 5-7 April 2017 berpartisipasi pada pameran PeruMODA 2017 yang dilangsungkan di Lima Convention Center (LCC). KBRI menampilkan produk tekstil Batik sebagai produk khas warisan budaya Indonesia. Produk yang ditampilkan meliputi pakaian batik pria dan wanita dari bahan cotton, alami (natural), popline dan sutera (silk). Para pengusaha dan pengunjung sangat antusias melihat produk tekstil batik. Masyarakat Peru umumnya belum mengenal batik sebagai produk khas yang memiliki nilai seni dan budaya tinggi maupun sebagai pakaian nasional (national dress) Indonesia.

Kaum wanita Peru sangat terkesan dan menyenangi batik, karena batik kaya dengan desain, motif dan paduan warna yang menarik. Mereka menanyakan apakah batik merupakan pakaian formal dan hanya dipakai pada acara-acara resmi? Sebagian lagi menanyakan bagaimana cara dan proses pembuatan batik serta dari bahan apa atau material apa dibuat? Setelah mendapatkan penjelasan dari pertanyaan-pertanyaan tersebut mereka semakin tertarik dan berminat untuk dapat memakai batik, baik untuk acara formal sebagai pakaian resmi maupun pakaian untuk acara yang tidak formal.

Sebagai pakaian yang dibuat dari material ringan (light material) yang dapat digunakan sepanjang tahun dan tidak terbatas oleh musim (season) tertentu, batik dapat diterima dan cocok untuk masyarakat Peru yang sangat menghargai nilai-nilai seni dan budaya. Selain itu, dalam aktivitas sehari-hari masyarakat dan dunia kerja, umumnya masyarakat Peru, terutama kaum wanita, menggunakan pakaian dengan corak dan warna yang plain. Dengan digunakan dan menjadi bagian dari pakaian sehari-hari, batik akan menambah variasi dan memberikan warna tersendiri bagi masyarakat Peru. Batik dapat digunakan oleh masyarakat dalam berbagai kesempatan seperti pesta malam minggu (gala noche), pakaian kerja di kantor, pakaian mahasiswa ke kampus, pakaian luar rumah (outdoor), social function, dan yang lainnya.

Pameran internasional tahunan (annual international exhibition) ini, terdapat peluang bagi pengusaha, produsen dan eksportir batik Indonesia, baik dari jawa maupun luar jawa, untuk berpartisipasi pada PeruMODA 2018, sehingga dapat memperluas pasar dan meningkatkan ekspor produk tekstil batik ke pasar Peru, mengingat Peru merupakan pasar yang terbuka (open market) dan berorientasi ke Asia, termasuk Indonesia.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest