​Pada tanggal 15 Maret 2020 pukul 20.00 waktu setempat, Presiden Peru Martin Vizcarra telah mengumumkan keadaan status darurat nasional di Peru yang berlaku selama 15 hari. Konsekuensi dari status darurat nasional tersebut adalah Pemerintah Peru :

  1. ​Menutup semua tempat-tempat kegiatan umum seperti kolam renang, pantai, taman, pusat kebugaran, restoran, tempat hiburan dan lain-lain.
  2. Mewajibkan agar seluruh masyarakat yang ada di Peru untuk tetap berada di rumah selama 15 hari dimulai tanggal 16 Maret 2020.
  3. Melarang masyarakat untuk berkumpul dan beraktivitas secara berkelompok.
  4. Menutup seluruh perbatasan wilayah Peru baik darat, laut dan udara kecuali untuk pengiriman kargo dan barang komersial.
  5. Mengijinkan pelayanan umum seperti pasar, supermarket, bank, pom bensin, rumah sakit, apotek, dan pelayanan publik lainnya tetap beroperasi.
  6. Pemerintah menjamin ketersediaan kebutuhan pokok dan layanan masyarakat.
  7. Masyarakat yang diijinkan beraktivitas di luar rumah hanya yang bekerja di sektor pelayanan umum.
  8. Pemerintah akan memberlakukan sanksi bagi yang melanggar ketentuan yang telah ditetapkan.
Presiden Vizcarra meminta semua pihak untuk secara bertanggung jawab bersama-sama melaksanakan ketentuan darurat nasional ini.​
Sampai dengan tanggal 16 Maret 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di Peru sebanyak 86 orang, negatif Covid-19 sejumlah 2259 orang, sembuh 1 orang dan belum ada laporan yang meninggal dunia. Jumlah  kasus positif Covid-19 terbanyak di kota Lima dan diperkirakan akan terus bertambah lagi. Belum ada laporan WNI yang terkena jangkitan Covid-19 di Peru dan Bolivia.
Dihimbau bagi WNI yang mempunyai rencana berkunjung ke Peru, agar dapat menjadwalkan kembali kunjungannya dan memantau laman resmi pemerintah Peru dan/atau laman KBRI Lima terkait pembukaan kembali jalur transportasi baik jalur darat, laut dan udara. (Sumber : KBRI Lima)
Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest