Pada tanggal 20 Juli 2017 KBRI Lima telah menyelenggarakan acara Working Breakfast Indonesia-Peru. Acara diselenggarakan bekerja sama dengan Kamar Dagang Lima atau Camara de Comercio de Lima (CCL). Acara dihadiri Duta Besar RI Lima, General Manager CCL, Mr. Jose Rosas Bernedo, Manager Comercio Exterior (Perdagangan Luar Negeri), Mr. Carlos Garcia dan para pengusaha Peru yang tergabung dalam CCL yang berminat meningkatkan hubungan ekonomi serta kerjasama bisnis dengan Indonesia.

Duta Besar RI dalam sambutan menyatakan bahwa hubungan bisnis dan perdagangan antara Indonesia dan Peru telah berkembang dengan positif dari waktu ke waktu. Tahun 2016 ekspor Indonesia mencapai US$ 234 juta dan 2015 sebesar US$ 241 juta. Tahun 2014 mencapai ekspor tertinggi dengan angka US$ 279 juta. Sementara itu, ekspor Peru tahun 2016 sebesar US$ US$ 41.8 million, antara lain terdiri dari kalsium posfat (US$ 12.2 million), anggur segar (fresh grape) US$ 12.1 million, dan tepung ikan (fish meal) senilai US$ 11.5 million. Ekspor tertinggi Peru dicapai tahun 2013 sebesar US$ 105 juta dan 2012 mecapai US$ 101 juta.

Angka tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang untuk mengembangkan hubungan bisnis dan perdagangan antara kedua negara. Untuk mengetahui lebih mendalam dan mengeksplorasi peluang bisnis adalah melalui partisipasi pada pameran dagang dan industri. Dengan menghadiri pameran dagang, para pengusaha akan dapat bertemu langsung dengan pengusaha Indonesia, produsen, dan eksportir dari berbagai produk indsutri. Salah satu pameran penting untuk melihat dan mengeksplorasi produk Indonesia adalah pameran 32nd Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 tanggal 11-15 Oktober 2017.

General Manager CCL, Mr. Rosas dalam sambutannya mengemukakan, bahwa Indonesia adalah negara yang penting di Asia. Indonesia merupakan negara dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan populasi 257 juta jiwa dan merupakan pasar besar yang memiliki kemampuan dalam pengetahuan dan teknologi. Peru perlu melihat peluang ekonomi dan bisnis yang terbuka serta meningkatkan hubungan perdagangan dengan Indonesia. Banyak produk yang dapat diperoleh dari Indonesia.

Fungsi Ekonomi dalam paparan menyampaikan, berbagai produk barang dan jasa ditampilkan pada pameran TEI. Sebagai pameran multiproduk terbesar, perusahaan dan produsen dari berbagai sektor industri akan menampilkan aneka produk terbaru dengan desain yang baik dan harga yang kompetitif. Perusahaan dari industri strategis, industri manufaktur dan jasa, agroindustri, industri kreatif, furniture, perhiasan, produk perikanan, home interior, elektronik dan otomotif akan melakukan hubungan bisnis dengan para pengusaha dari berbagai negara, termasuk pengusaha Peru.

Pada sesi tanya jawab, para pengusaha menyampaikan pertanyaan berkaitan dengan hal-hal seperti sarana transportasi ke Indonesia, peluang produk organik dan perjanjian perdagangan. Berkaitan dengan transportasi dikemukakan, terdapat berbagai penerbangan dari Lima, Peru ke Jakarta, seperti KLM. Penerbangan dengan KLM merupakan jalur penerbangan yang paling favorit, direct flight yang lebih singkat, akan tetapi dengan harga tiket yang relatif mahal. Penerbangan dengan tiket yang lebih murah dapat menggunakan pesawat dengan tujuan dan transit di Amerika Serikat, seperti Aero Mexico, Ettihad, Cathay Pacific dan United Airlines.

Untuk produk organik, Indonesia mulai berkembang produsen yang menghasilkan produk-produk organik, mengingat kesadaran masyarakat akan manfaat produk organik untuk kesehatan. Dalam hal perjanjian perdagangan, saat ini Indonesia dan Peru belum memiliki perjanjian perdagangan bebas. Kedua pihak akan melakukan perundingan untuk membentuk FTA. Dubes RI juga mengemukakan, bahwa saat ini tarif yang berlaku di Peru terdiri dari 0%, 3%, 6% dan 9% yang juga dikenakan terhadap beberapa produk dari Indonesia. Apabila Indonesia dan Peru memiliki perjanjian perdagangan, maka bea masuk impor yang dikenakan menjadi lebih rendah.

General Manager CCL pada sesi ini juga menanyakan bagaimana jika pengusaha berangkat bersama-sama dalam satu grup. Menjawab pertanyaan tersebut dikemukakan, bahwa KBRI Lima menyambut baik keinginan pengusaha Peru berkunjung ke Indonesia dalam satu grup. KBRI Lima mendukung rencana tersebut dan akan memfasilitasi pada waktunya nanti apabila telah mendapat konfirmasi dari CCL. Para pengusaha sangat tertarik dan antusias untuk dapat berkunjung serta melihat langsung produk-produk dari berbagai sektor industri yang diproduksi Indonesia, baik industri kecil dan menengah maupun industri manufaktur serta industri strategis lainnya. Dengan berkunjung langsung, para pengusaha akan dapat membangun hubungan bisnis dan melakukan transaksi bisnis dengan perusahaan-perusahaan Indonesia.

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest